5 Tempat Ngabuburit Paling Keren di Bandung

May 10, 2019

Dengan populasi umat Muslimnya yang mencapai 220 juta, bukan rahasia lagi jika Ramadan menjadi salah satu bulan paling ditunggu-tunggu oleh masyarakat – dan tentu banyak alasan yang mendasari pernyataan ini. Selain menjadi momen besar keagamaan yang paling dinantikan di banyak negara berpenduduk Muslim, Ramadan di Indonesia terasa lebih istimewa karena keragaman penduduknya. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki lebih dari 261 juta penduduk, 7 agama, 300 suku, dan 700 bahasa daerah, Ramadan di tanah air banyak mendapat pengaruh kuat dari kultur masing-masing kelompok masyarakat – tradisi Ramadan di Sabang bisa jadi berbeda dengan Merauke.
Membuat penjelasan menyeluruh tentang Ramadhan di Indonesia bisa jadi sulit, kecuali jika kita melihat salah satu penanda paling istimewa dari bulan suci itu sendiri - Ngabuburit. Jika Anda tinggal di sekitar wilayah Jabodetabek, kemungkinan Anda mungkin pernah mendengar tentang kata ini berkali-kali sebelumnya. Tetapi, bagi mereka yang tinggal di luar daerah ini, cara terbaik untuk menggambarkan Ngabuburit adalah kegiatan yang dilakukan seseorang untuk membunuh beberapa waktu sebelum senja atau Maghrib. Karena kata Ngabuburit berasal dari bahasa Sunda, Bandung kemudian dianggap sebagai tempat kelahiran tradisi unik ini.
Menjabarkan tradisi Ramadan di Indonesia bukanlah perkara mudah. Namun, kita dapat mengidentifikasinya melalui salah satu bentuk tradisi yang melekat di masyarakat – Ngabuburit. Jika Anda merupakan warga wilayah Jabodetabek, kemungkinan besar Anda sudah mengenal kata ini. Ngabuburit sendiri dapat diartikan sebagai bentuk aktivitas yang dilakukan seseorang untuk menunggu waktu berbuka puasa. Karena kata ini diambil dari bahasa Sunda, maka Bandung seringkali disebut sebagai ‘tanah kelahiran’ dari tradisi Ngabuburit. Jadi, masuk akal jika Anda memilih Bandung sebagai destinasi wisata di bulan Ramadan kali ini, karena kota ini juga dikenal sebagai surganya tempat-tempat Ngabuburit keren!

1.    Jalan Braga
Jalan_braga_bandung-compressor
Photo credit @oscar_simon0705

Anda memiliki hobi street photography? Jika iya, maka tempat yang satu ini menjadi lokasi yang tidak boleh Anda lewatkan jika berkunjung ke Bandung. Terletak tepat di jantung Kota Kembang, Jalan Braga tidak selalu terlihat sesibuk dan sekeren sekarang loh. Di tahun 1900-an, Jalan Braga pernah dijuluki sebagai area paling berbahaya di Bandung, karena jalan ini sebenarnya bukan difungsikan sebagai jalan utama hingga tahun 1920. Pada era kolonial, Jalan Braga pun mulai dipenuhi toko-toko kelontong, butik, bar, dan tempat hiburan lainnya. Kemunculan deretan bangunan ternama seperti Societeit Concordia atau Gedung Merdeka dan Hotel Savoy Homann pun makin menambah popularitas lokasi ini. Estetika klasik yang dimiliki Jalan Braga lah yang kemudian memikat hati para turis lokal dan asing untuk menghabiskan waktu bersantai mereka di sini.

2.    Alun-Alun Kota Bandung
Alun-alun_kota_bandung-compressor
Photo credit @ adnansaputroo

Alun-Alun mungkin merupakan salah satu destinasi terbaik bagi Anda yang ingin mengenal kota yang Anda kunjungi secara lebih dalam. Karena, tak hanya menjadi identitas dari sebuah kota, namun alun-alun juga dapat menjadi tempat dimulainya petualangan Anda. Hal yang sama berlaku untuk Alun-Alun Kota Bandung, landmark ternama yang berjarak 30 menit dari House Sangkuriang Bandung. Menurut para ahli sejarah, keberadaan Alun-Alun Kota Bandung dapat ditelusuri kembali sejauh era 1900-an, ketika dua pohon beringin ditanam oleh pemerintah kolonial untuk memperingati kelahira putri dari Ratu Wilhelmina. Pasca deklarasi kemerdekaan di tanah air, Alun-Alun Kota Bandung pun telah melalui beberapa proses rekonstruksi hingga menjadi destinasi wisata yang kita kenal saat ini. Jika Anda menghabiskan Ramadan kali ini di Kota Kembang, maka tempat ini akan menjadi lokasi menarik untuk Ngabuburit.

3.    Taman Hutan Raya Ir. H Djuanda
Taman_Hutan_Raya_Ir._H._Djuanda-compressor
Photo credit @gitadona

Pada tahun 1912, pemerintah kolonial Belanda memulai pembangunan terowongan yang melintasi aliran Sungai Cikapundung. Inilah yang juga menjadi awal dari lahirnya hutan lindung terbesar di kota Bandung, Hutan Lindung Gunung Pulosari, pada tahun 1922. Setelah Indonesia mendeklarasikan kemerdekaannya, kepemilikan hutan ini pun beralih ke tangan pemerintah Indonesia dan Kementerian Kehutanan. Memasuki tahun 1962, Gubernur Jawa Barat yang menjabat saat itu, Mashudi, mulai menyusun perencanaan untuk menjadikan Hutan Lindung Gunung Pulosari tak hanya sebagai pusat konservasi, namun juga destinasi wisata edukasi. Dua tahun berselang, Hutan Lindung Gunung Pulosari pun berganti nama menjadi Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, sebagai bentuk penghormatan bagi pahlawan nasional kelahiran Tasikmalaya, Djuanda Kartawijaya. Sebagai salah satu destinasi wisata tertua di Kota Kembang, Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda masih menjadi favorit para wisatawan hingga hari ini. Keindahan serta keasriannya menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka yang ingin menghabiskan waktu bersantai hingga Ngabuburit.

4.    Pasar Simpang Dago
pasar_simpang_dago-compressor
Photo credit @lia.liuu

Sebagai kota terpadat ke-4 di Indonesia, Bandung bisa dikatakan sebagai destinasi wisata serba ada. Mulai dari pusat perbelanjaan hingga deretan objek wisata – Anda tidak akan pernah merasa bosan jika menghabiskan waktu di kota ini. Terlepas dari dua ikon tersebut, ada satu hal lagi yang membuat Bandung melekat erat di hati wisatawan lokal hingga mancanegara – keberagaman kulinernya. Jika Anda ingin merasakan serunya wisata kuliner di Bandung, maka Ramadan menjadi momen yang paling tepat untuk memulai petualangan ini. Selama bulan Ramadan, jalanan berbagai sudut kota akan diramaikan dengan pedagang kaki lima yang menjajakan makanan khas Bandung, seperti Seblak, Surabi, dan makanan khas bulan Ramadan seperti Kolak, Es Buah, dan Gorengan. Pasar Simpang Dago bisa menjadi destinasi pilihan bagi Anda yang ingin sekadar Ngabuburit atau berburu Ta’jil.

5.    House Sangkuriang Bandung
House_sangkuriang_bandung-compressor
hoto credit @lisadesvita

Tidak dapat dipungkiri bahwa waktu bersantai bersama keluarga menjadi momen yang tidak ingin kita lewatkan, terutama di bulan Ramadan. Selain dikenal sebagai bulan yang penuh keberkahan serta ampunan, Ramadan juga menjadi ajang bagi kita untuk mempererat hubungan antar tiap anggota keluarga. Memahami pentingnya tradisi ini, House Sangkuriang Bandung merilis dua paket spesial yang bisa menambah keceriaan Ramadan Anda. Bagi Anda yang mungkin menginginkan sentuhan baru di Ramadan kali ini, paket Staycation dan buka puasa kami menjadi dua hal yang wajib Anda perhatikan. Mulai dari Rp. 650.000,- nett/kamar/malam, Anda tidak hanya berkesempatan untuk menghabiskan waktu menyenangkan di hotel kami, tapi Anda juga akan mendapatkan Sarapan atau Sahur untuk dua (2) orang, gratis Ta’jil, serta hidangan makan malam atau buka puasa untuk dua (2) orang. Jika Anda hanya ingin sekadar bersantai di sini tanpa menginap, jangan khawatir, Anda bisa mengajak seluruh anggota keluarga untuk berbuka puasa di House Sangkuriang Bandung. Dengan Rp. 95.000,- nett/pax, Anda dapat menikmati beragam menu spesial All You Can Eat! Untuk informasi lebih lanjut dan reservasi, hubungi (022) 87832323.