Tahun Baru Imlek di Seluruh Dunia: 5 Tradisi Unik Untuk Diketahui

January 09, 2020

Dengan lebih dari 2 juta orang warga keturunan Tionghoa-Indonesia yang menetap di tanah air, tidak mengherankan jika Tahun Baru Imlek menjadi salah satu event keagamaan dan kebudayaan paling tersohor di negeri ini – bahkan di seluruh dunia. Ditandai dengan kemunculan penganan seperti Kue Bulan, dekorasi berbentuk lentera-lentera merah, serta pakaian Cheongsam di pusat perbelanjaan, Tahun Baru Imlek biasanya dirayakan di bulan baru ke-2 setelah musim dingin, atau sekitar bulan Januari dan Februari.

Karena hari besar ini dirayakan secara luas oleh berbagai lapisan masyarakat, banyak tradisi-tradisi unik yang bisa Anda temukan selama perayaan Imlek berlangsung. Misalnya saja pemberian angpao, atau amplop merah berisi uang, pada sanak saudara. Tahukah Anda bahwa ada makna dibalik amplop merah ini? Masyarakat percaya bahwa uang dan amplop merah ini dapat menjadi alat untuk mengusir roh-roh jahat yang bermukim di sekitar kita.

Namun, tentu saja Tahun Baru Imlek bermakna lebih dari sekadar tukar-menukar angpao. Nah, dalam rangka menyambut Tahun Tikus yang datang beberapa pekan lagi, kami telah merangkum lima tradisi Tahun Baru Imlek yang ada di berbagai negara!

1. Beribadah di kuil
beribadah-di-kuil
Photo credit: Alexander Ramsey
Setiap tahunnya, ribuan orang di berbagai penjuru dunia akan memadati kuil-kuil yang ada di sekitar tempat tinggal mereka untuk melaksanakan peribadatan. Mereka akan meluangkan waktu bersama seluruh anggota keluarga untuk berdoa dan memohon keberuntungan, kemakmuran, serta kesehatan. Di Beijing, masyarakat tidak pernah melewatkan kesempatan untuk berkunjung ke dua kuil tua bernama Hongluo dan Lama untuk beribadah. Sementara di Tibet, orang-orang akan membuat patung ukiran berbahan dasar mentega yang nantinya akan dijadikan persembahan pada para dewa. Kemudian mereka akan berdoa untuk meminta keberuntungan dan kesuksesan bagi dirinya dan keluarga.

2. Makan malam tahun baru
makan-malam-tahun-baru
Photo credit: Stefan Vladimirov
Sudah menjadi rahasia umum jika perayaan besar tidak dapat dipisahkan dengan makanan – begitu pun dengan Tahun Baru Imlek. Sebagai salah satu tradisi paling penting saat Imlek, makan malam bersama keluarga jelas menjadi hal yang tidak ingin dilewatkan oleh siapa pun. Dilansir dari theculturetrip.com, makan malam tahun baru memiliki makna yang lebih dari sekadar kumpul-kumpul di meja makan. Mengingat banyaknya persiapan yang dilakukan juru masak sebelum acara ini berlangsung, kegiatan di dapur pastinya akan menyita banyak waktu. Nah, disini lah seluruh anggota keluarga diwajibakn untuk bergotong-royong. Tidak hanya itu, makanan yang disajikan setiap Tahun Baru Imlek juga memiliki makna filosofis tersendiri loh! Misalnya, Dumpling yang melambangkan kemakmuran, Mie Panjang Umur yang melambangkan kebahagiaan dan umur panjang, serta Jeruk yang menjadi simbol keberuntungan – semua tersedia di meja makan!

3. Kumpul keluarga
kumpul-keluarga
Photo credit: National Cancer Institute
Dalam budaya masyarakat Cina, keluarga memiliki peran sentral dalam kehidupan seseorang. Mulai dari bimbingan dalam mengasuh anak, memilih pasangan, atau mengambil keputusan besar – muda-mudi masih mengandalkan petuah dari orangtua atau tokoh-tokoh yang mereka hormati. Maka, tidak heran jika acara kumpul keluarga menjadi aspek penting dalam perayaan Tahun Baru Imlek. Setelah makan malam, biasanya para anggota keluarga akan berkumpul untuk sekadar mengobrol, bermain, hingga bertukar hadiah. Tripsavvy.com menyebutkan bahwa saat Imlek, anak-anak biasanya akan menerima angpao dari orangtua atau kerabat mereka yang lebih tua. Sedangkan untuk orang-orang dewasa, mereka akan mendapatkan hampers atau bingkisan berisi makanan ringan, biji-bijian, permen, dan buah-buah yang tentunya melambangkan keberuntungan.

4. Menonton pertunjukkan Barongsai
menonton-pertunjukan-barongsai
Photo credit: Pascal Bernardon
Perayaan Tahun Baru Imlek tidaklah lengkap tanpa menonton pertunjukan tari Barongsai bersama keluarga. Jika Anda penasaran, kenapa sih Barongsai begitu erat kaitannya dengan Imlek? Mari kita kembali sejenak ke tahun 206 SM pada masa Dinasti Han. Dilansir dari chinahighlights.com, selama periode tersebut, tarian naga biasanya bisa disaksikan masyarakat setiap upacara penyembahan leluhur atau upacara untuk meminta hujan. Sedangkan pada masa Dinasti Tang dan Dinasti Song, makna dari tari naga berubah menjadi sarana hiburan masyarakat – bukan lagi sebagai elemen dari upacara sakral. Serupa dengan tradisi-tradisi yang telah disebutkan di atas, tari naga atau Barongsai tentu memiliki makna tersendiri bagi masyarakat Tionghoa. Menurut kepercayaan, semakin banyak naga yang ikut dalam tarian, maka semakin banyak juga keberuntungan yang akan diperoleh!

5. Bersih-bersih rumah
bersih-bersih-rumah
Photo credit: The Honest Company
Tahukah Anda bahwa kegiatan bersih-bersih rumah juga menjadi salah satu tradisi penting dalam perayaan Tahun Baru Imlek? Walaupun kedengarannya biasa saja, tapi kegiatan ini dilakukan dengan sangat serius loh. Menurut Tara Parker-Pope dari nytimes.com, masyakarat mempercayai bahwa membersihkan rumah sebelum tahun baru dapa menjadi perlambang “menyapu bersih masa lalu, untuk menyambut yang baru” atau bisa juga diartikan sebagai ritual menghilangkan keburukan-keburukan yang pernah terjadi dalam hidup. Bahkan banyak orang yang mendekorasi serta mengecat ulang rumah mereka loh! Dalam kegiatan ini, rumah-rumah biasanya akan disapu dari pintu masuk hingga ke tengah ruangan, begitu seterusnya. Hal yang membuat tradisi ini semakin unik, kegiatan bersih-bersih tidak akan dilakukan lagi sampai rangkaian acara Imlek selesai – karena dikhawatirkan nasib-nasib baik akan ikut tersapu dari dalam rumah.

Dengan banyaknya tradisi unik yang dilakukan masyarakat setiap Tahun Baru Imlek, bisa dikatakan bahwa hari besar yang satu ini sangat jauh dari kata biasa ya. Nah, untuk menambah keceriaan di Tahun Tikus ini, House Sangkuriang Bandung menawarkan promo khusus Imlek untuk Anda!

Rayakan pergantian tahun bersama sahabat dan keluarga di hotel kami yang homey, mulai dari Rp 900.000 nett/kamar/malam, termasuk sarapan dan makan malam untuk 2 (dua) orang.
Promo ini dapat Anda nikmati untuk masa tinggal 24 – 26 Januari, 2020!  Klik Disini